Kamis, 19 Maret 2015

Pantai Karang Agung



Pantai Karang Agung merupakan salah satu objek wisata di kebumen yang belum lama di kenal. pantai ini berada di Desa Argopeni, Kecamatan ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai ini satu deretan dengan pantai pantai yang sudah mendahului di kenal masyarakat yaitu Pantai Logending, Pantai Pedalen, Pantai Menganti, Pantai Pecaron dan Pantai Karang Bolong. Pantai Karang Agung menyelinap di antara Pantai Pedalen dan Pantai Menganti. untuk menuju ke pantai ini anda bisa melalui dua jalur:

- jalur utara : gombong-rowokele-ayah-argopeni
- jalur selatan : gombong-karang bolong-pasir- karangduwur-ayah-argopeni.
sesampainya di Desa Argopeni, anda akan menjumpai sebuah warung yang di sebelahnya merupakan tempat wisata Pantai Karang Agung. Selanjutnya perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 1 KM. Saat di perjalanan anda akan melewati lahan perhutani. Sesampainya di Pantai Karang Agung, anda akan di sambut dengan angin yang menyejukkan tubuh, dan juga anda akan terpesona melihat keagungan sebuah karang yang tinggi dan besar berdiri kokoh meskipun terus menerus di terjang ombak yang dikelilingi batuan karang yang lain. Banyak wisatawan yang berkunjung dari pagi sampai sore. Karane disana cahaya matahari mengarah ke timur dan juga pantai Karang Agung ini menghadap ke barat. Suasana di Pantai ini sangatlah sejuk karena banyak pohon kelapa yang membuat teduh dan angin laut yang menyegarkan tubuh. Di pantai ini juga sangat tepat untuk menikmati sunset karena pantai ini menghadap ke barat.

Pantai Menganti

  A.  SEJARAH

arah-pantai-menganti  Diceritakan seorang panglima perang Kerajaan Majapahit melarikan diri ke pesisir selatan Jawa Dwipa lantaran hubungan dengan kekesih hatinya tidak direstui oleh sang raja. Merekaberdua berjanji dipinggir samudra berpasir nan indah. Selama hari demi hari, sang panglima juga menunggu dan menanti kekasih hatinya yang nyatanya tidak kunjung datang. Diatas bukit kapur sembari melihat laut lepas, ia menunggu pujaan hatinya. Mitos itu melukiskan asal nama pantai menganti, yaitu kisah panglima yang “menanti’.
B.   LETAK/LOKASI
Pantai Menganti terletak disebelah paling selatan Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa Karangduwur,Kec. ayah, Kab. Kebumen, Jawa tengah. Pantai Menganti jika dilihat dari maps atau satelit yaitu di Tanjung Karang Bata. Jarak dari kota Gombong sekitar 40 km. Bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi ( mobil/motor ).

C.  PESONA PANTAI MENGANTI
Pantai menganti memiliki pasir putih yang eksotis, yang membentang panjang sekitar 1 km dari timur ke barat. Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat eksotis tidak kalah dengan pantai terkenal di Indonesia seperi pantai Kuta di Bali. Dikelilingi oleh barisan bukit kapur yang mencakar langit. Menjadi spot memencing yang bagus sekaligus ekstrim. cocok juga buat anda penggemar foto grafi , karena pantai ini memiliki tampat – tempat yang sangat cocok untuk mengambil gambar. Pantai ini juga memiliki tampat sekitar yang juga sangat elok seperti: Tanjung Karang Bata, Tebing Keteb Bidadari, Goa sarangburung, dan lainnya.
D.FASILITAS
Objak wisata ini memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti :
  1. Kamar mandi
  2. Rumah makan/warung
  3. Vila penginapan
  4. Bagi yang ingin beli ikan ada TPI
  5. Parkiran luas
  6. Mushola
  7. Dll.
E.PERINGATAN DAN PERHATIAN
Pantai menganti memiliki ombak yang sangat besar, jadi para pengunjung mohon tidak bermain terlalu dekat. Satu lagi,pantai ini menjadi tempat yang sakral yang memiliki kemistisan tersendiri, jadi bagi pengunjung pantai menganti agar mengindahkan peraturan ataupun larangan yang ada. Selamat berkunjung dan hati hati.
Sekian postingan kali ini,semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan . Selamt berkunjung ke pantai menganti, SURGA INDAH DI BALIK BUKIT KAPUR.

Kamis, 12 Maret 2015

Goa Jatijajar



Informasi tempat wisata goa Jatijajar di Kebumen. Selain terkenal dengan tempat wisata pantai, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata air, di Kebumen juga terkenal sebagai daerah tujuan wisata goa di Jawa Tengah. Selain tempat wisata gua Petruk, di Kebumen ada yang lebih dulu terkenal dan dijadikan tempat wisata yaitu Goa Jatijajar. Tempat wisata Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua Jatijajar ini terbentuk dari batu kapur, yang mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sekitar 250 meter, dengan lebar gua Jatijajar sekitar 15 meter, tinggi gua Jatijajar 12 meter, dan ketebalan langit-langit gua Jatijajar 10 meter, sedangkan ketinggian gua Jatijajar dari permukaan laut adalah 50 meter.
Kono kabarnya bahwa sejarah Goa Jatijajar  ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua tersebut yang bernama JayamenawiKisah penemuan Gua Jatijajar, berawal pada saat Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian dia jatuh ke sebuah lobang, setelah terbangun dari jatuhnya, dia melihat ke sekeliling, lalu melihat ke atas, dan ternyata di atas ada sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada di bawahnya sekitar 24 meter. Pada mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah, maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang untuk mencari pintu keluar, ketemulah pintu Gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk Gua Jatijajar. Karena di depan pintu Gua tersebut ada 2 pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar, maka gua tersebut akhirnya diberi nama Gua Jatijajar.
Sejarah goa Jatijajar menjadi obyek wisata adalah pada tahun 1975 Gua Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata Kebumen. Dimana ide awal dari pengembangan Goa Jatijajar sebagai tempat wisata adalah Gubernur Jawa Tengah, Bapak Suparjo Rustam, dan pada waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen adalah Bapak Supeno Suryodiprojo. Untuk melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar sebagaitempat wisata goa di Kebumen, ditunjuk langsung oleh Bapak Suparjo Rustam yaitu CV. AIS dari Yogyakarta, yang dipimpin oleh Bapak Saptoto yang berprofesi sebagai seorangseniman diorama terkenal di Indonesia. Sebelum dilakukan proyek pembangunan Jatijajar, terlebih dahulu Pemda Kebumen telah mengganti rugi tanah /pembebasan lahan penduduk yang terkena lokasi pembangunan Objek Wisata Gua Jatijajar, dengan luas lahan 5,5 hektar.
Setelah Gua Jatijajar dibangun maka pengelolaan obyek wisata eksotis ini dipegang oleh Pemda Kebumen. Sejak Gua Jatijajar dibangun, di dalam Gua Jatijajar sudah ditambah dengan bangunan-bangunan seni antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, ornamen gua, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar, serta pemasangan patung-patung atau diorama.
Mitos goa Jatijajar
Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang dapat dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu: Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar, dan Sungai Kantil. 
Mitos sendang Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat yang dapat digunakan sebagai perantara atau tuah untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan mitos sendang Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, maka mempunyai khasiat bisa awet muda.Sedangkan mitos sendag Kanthil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat dan cita-citanya akan mudah tercapai. Pada saat ini yang telah dibangun baru sendang Mawar dan sendang Kanthil, sedangkan sendang Jombor dan sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta lokasinya sangat licin.
Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah ber-reaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, proses pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar termasuk salah satu gua kapur tertua di dunia.
Batu-batuan yang ada di Gua Jatijajar merupakan batuan yang sudah sangat tua, karena umur yang sudah tua sekali itu, maka di depan Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba Dinosaurus sebagai simbol objek Wisata Gua Jatijajar, dari mulut patung itu keluar air dari Sendang Kanthil dan sendang Mawar, yang sepanjang tahun belum pernah kering. Sedangkan air yang keluar dari patung Dinosaurus tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pengairan sawah desa Jatijajar dan sekitarnya. Lokasi obyek wisata eksotis Goa Jatijajar adalah di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar 8 km dari Gombong. Arah dari timur untuk menuju goa Jatijajar adalah dari kota Gombong ke barat terus sampai ada gapura penunjuk di kiri jalan, terus belok ke selatan. 

Kamis, 22 Januari 2015

Pantai Logending




Pantai Logending, 8 km selatan Gua Jatijajar, atau 53 km dari kota Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa/Kecamatan Ayah, merupakan obyek wisata pantai yang memiliki keindahan alam sangat menawan. Dari kondisinya, yang berada di antara laut selatan dengan kawasan hutan Jati milik Perum Perhutani KPH kedu selatan ini, merupakan kombinasi atau perpaduan antara pantai dan hutan, seperti itu jarang kita jumpai. Untuk di jawa Tengah mungkin hanya ada di kota yang berslogan “BERIMAN” ini.

       Pantai wisatanya cukup luas, apalagi saat ini sudah bebas pandangan, dengan dilarangnya mendirikan warung-warung di sentral pandangan. Sehingga para wisatawan bisa lebih asyik menikmati pemandangan yang ada tanpa terganggu pandangan yang kurang sedap. Selain pantainya yang cukup lapang, para wisatawan juga bisa menikmati indahnya muara sungai Bodo, dengan perahu-perahu pesiar yang disediakan para nelayan setempat. Dengan perahu-perahu tradisional, maupun perahu tempel, kita bisa menelusuri muara sungai Bodo yang merupakan pemisah antara wilayah Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Cilacap. Selain air sungai Bodo yang tenang, rimbunnya pohon-pohon playau di tepian sungai, serta lebatnya hutan jati milik perhutani, menambah indahnya pemandangan.



    Pantai Ayah atau Hutan wisata Logending terletak di Distrik Kebumen, Propinsi Jawa Tengah atau sekitar 3 kilometer di sebelah selatan Gua Petruk atau sekitar 40 km dari kota Gombong. Untuk mencapai objek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi (mobil), serta angkutan umum (bus). Jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Kebumen ke lokasi Pantai Ayah, akan menempuh jarak sekitar 20 km. Namun, bagi pengunjung yang ingin naik angkutan umum (bus), perjalanan dapat dimulai dari Terminal Kebumen. Dari terminal ini banyak bis yang melewati obyek wisata pantai Ayah, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

      Di pantai Ayah tersedia berbagai fasilitas, termasuk tempat-tempat berkemah, tempat untuk bersantai, area parkir yang luas, tempat ibadah, penginapan, arena permainan anak-anak, penyewaan perahu, pusat informasi pariwisata, dan lainnya. Ada juga warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman, suvenir (kerajinan anyaman pandan, kerajinan juling), dan pedagang yang menjajakan ikan laut dalam kondisi segar. Selain itu bagi pengunjung yang ingin membawa pulang souvenir yang khas dari Kebumen "grobi" dan gula kelapa, dapat dengan mudah mendapatkannya, karena di daerah wisata banyak toko yang menjual barang baik dengan harga yang cukup murah.